”Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang muslim?” (QS Fushshilat : 33)
 
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Berjuang tegakkan ketauhidan Untuk Kemuliaan, Berbekal ilmu iman yang mendalam Mahasiswa Muslim Indonesia, Intelektual Masyarakat Beriman, Islam Jiwa Perjuangan, Kebatilan adalah musuh insan, Islam jalan perjuangan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Berjuang tegakkan kebenaran, Ciptakan Masyarakat Bermoral, Berbekal ilmu iman yang mendalam, Perbaikan tradisi dalam berjuang, Memimpin ummat gapai kemenangan, Persaudaraan watak dalam berjuang, Solusi islam dalam perjuangan
Tampilkan postingan dengan label karya kader. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karya kader. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Juni 2013

Good Goverment Menuju Indonesia Madani

0 komentar
*Ahmad Fikri Sabiq,
(KP KAMMI Salatiga 2013)

 Pemerintahan yang baik, secara system maupun pelaksanaan, merupakan hal yang sangat diinginkan dan diharapkan oleh semua warga masyarakat. Citra pemerintahan buruk yang ditandai dengan maraknya tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) telah melahirkan sebuah fase sejarah politik bangsa Indonesia dengan semangat reformasi.
Dalam sebuah perkuliahan penulis di STAIN Salatiga, untuk mata kuliah civic education, ada sebuah materi yang menurut penulis sangat pas untuk dipublikasikan, yaitu good goverment, dengan harapan semoga bisa memberikan pangalaman, pemahaman dan kesadaran kepada pembaca.
Good goverment, sebuah istilah yang awalnya dikenalkan oleh Bank Dunia, IMF dan UNDP sekitar tahun 90-an, yang secara umum artinya adalah pemerintahan yang baik. Ciri pemerintahan bisa dianggap baik, diantaranya yaitu dengan bersinerginya semua unsur pemerintahan, baik dalam lingkup daerah, semisal provinsi, kabupaten, kota, kecamatan dan kelurahan, maupun pemerintah pusat. Bersinergi artinya saling melengkapi dan tidak berbenturan dalam menuju suatu tujuan atau keinginan bersama.
Selain itu, tanda-tanda pemerintahan yang baik adalah produktifitas ekonomi yang meningkat, adanya proses dan hasil pembangunan yang baik, dan adanya dukungan masyarakat kepada pemerintah baik dalam program maupun kebijaksanaan dan tidak adanya gerakan-gerakan anarkis yang menentang pemerintah. Ketika masyarakat mendukung kebijaksanaan pemerintah, berarti kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah merupakan kebijaksanaan yang pas untuk masyarakatnya. Serta adanya jaminan kesejahteraan emosional dan spiritual, semisal rakyat aman, tenang, bahagia dan berjiwa nasionalisme.
Aspek Mendasar dalam Good Goverment
Dalam buku “Demokrasi, Hak Azasi Manusia dan Masyarakat Madani” karangan Tim ICCE UIN Jakarta disebutkan ada sembilan aspek yang paling dasar yang bisa diterapkan untuk menuju pemerintahan yang baik. Pertama yaitu partisipasi, yakni adanya partisipasi masyarakat dalam pembangunan Negara. Dalam konsep pemerintahan, tentunya ada yang berstatus sebagai pemberi perintah dan yang diperintah. Sebuah perubahan besar tentunya membutuhkan kerjasama dari keduanya, pemerintah dan rakyat, yang saling bersinergi dan mempunyai keinginan dan visi bersama.
Ketika masyarakat menginginkan suatu hal, sementara pemerintahnya tidak bisa bekerjasama, maka merupakan hal yang mustahil untuk bisa terlaksana. Begitu juga sebaliknya, ketika pemerintah mempunyai suatu kebijakan, sementara rakyat tidak mendukung, juga merupakan hal yang tidak akan terealisasikan. Dan tidak hanya sebatas dukungan, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari keduanya. Dan perubahan paradigma istilah penguasa atau birokrasi menjadi public server (pelayan publik) juga diperlukan guna memberikan kesadaran kepada pemerintah tentang perannya sebagai pelayan masyarakat, bukan sebagai penguasa dalam suatu wilayah atau instansi tertentu.
Kedua, penegakan hukum dalam proses politik, dengan cara melakukan perumusan kebijakan publik, sistem dan peraturan yang jelas dan aplikatif, serta melaksanakan hukum yang sudah dirumuskan. Ketiga, tranparansi publik, yaitu transparansi terkait dengan penetapan kebijakan dan penempatan posisi, jabatan dan kedudukan. Transparansi penetapan kebijakan misalnya yaitu ketika pemerintah mempunyai sebuah kebijakan, maka kebijakan tersebut harus tersosialisasikan kepada rakyat, serta alasan dikeluarkannya kebijakan tersebut. Sehingga program yang terencana bisa terlaksana dengan adanya dukungan dan partisipasi dari masyarakat. Salah satu yang dapat memberikan ruang gerak kegiatan korupsi adalah manajemen pemerintah yang tidak transparan.
Keempat, responsif, yaitu pemerintah harus peka dan cepat tanggap terhadap persoalan yang ada dalam masyarakat. Karena pemerintah merupakan pelayan masyarakat, maka hal-hal yang terkait dengan masyarakat harus didahulukan. Jadi, pemerintah yang secara paradigma sudah menjadi public server bisa benar-benar melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Kelima, konsensus, yaitu pengambilan keputusan secara consensus, yakni pengambilan kebijakan dan putusan melalui musyawarah dan semaksimal mungkin berdasarkan kesepakatan bersama. Selain dapat memuaskan semua pihak, juga dapat menarik komitmen komponen masyarakat. Disini, peran para wakil rakyat yang benar-benar  menjadi wakil  rakyat memang sangat diperlukan. Keenamequity atau kesetaraan dan keadilan dalam perlakuan dan pelayanan. Peran pemerintah secara objektif memang diperlukan untuk memberikan pelayanan untuk bersama.  Hal ini dikembangkan mengingat kenyataan bahwa bangsa Indonesia ini tergolong bangsa yang plural, baik dilihat dari segi etnik, agama  dan budaya. Jadi, tidak ada kelompok yang teraniaya dan tidak memperoleh apa yang menjadi  haknya.
Ketujuh, efektif dan efisien dalam setiap kebijakan dan program-program  pembangunan. Parameter dari efektif yaitu hasil suatu program pembangunan harus dapat mencakup sebesar-besarnya terkait kepentingan masyarakat dari berbagai kelompok dan lapisan masyarakat. Sedangakan parameter dari efisien yaitu ketika hasil dari suatu program, kebijakan atau pembangunan lebih besar dari pada biaya yang gunakan untuk melaksanakan  program.
Kedelapan dan kesembilan yaitu visi strategis dan pertanggungjawaban pemerintah. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang mempunyai visi atau program-program yang sudah terencana dan mampu untuk mempertanggungjawabkan semua kebijakan, perbuatan dan moralnya di hadapan masyarakat. Dalam hal ini, tipe pemimpin yang visioner, mempunyai visi yang jelas, sangat dibutuhkan.
Langkah Menuju Good Goverment
Selanjutnya, terkait dengan proses menuju good goverment, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, yaitu melakukan penguatan fungsi dan peran lembaga perwakilan, sehingga perannya benar-benar bisa memberikan kontribusi yang nyata untuk masyarakat dan bisa mengayomi masyarakat. Selain sebagai pihak yang melakukan program yang  berorientasi kepada masyarakat, lembaga perwakilan  juga bertugas  sebagai pengawas lembaga eksekutif.
Selain itu, juga dengan menegakkan kemandirian lembaga peradilan, profesionalnya aparatur negara, pastisipasi masyarakat madani secara aktif serta penguatan upaya otonomi daerah.


Read more...

BERBEDA TAPI SAMA

0 komentar


*Karya salah satu kader Komisariat KAMMI Salatiga

Aku teringat dua tahun silam ketika kaki ini mulai menginjak tanah sebuah kota kecil yang berada di provinsi Jawa Tengah, kota Salatiga namanya, disitulah diri ini mengenal kehidupan ikhwah, sebuah kata asing yang belum pernah aku dengar sebelumnya. Setibanya di Salatiga aku dijemput oleh seorang teman yang membawaku kesebuah wisma yang dibina. Hari-haripun kujalani dengan terpaksa awalnya, melakukan hal-hal yang membuat diri ini justru ingin kabur dari wisma tersebut. Bangun malam dilanjut subuhan serta melakukan dzikir pagi dengan matsurot, sungguh membosankan dan menjenuhkan.
 Tibalah di kampus yang ku tuju STAIN Salatiga. Disanalah aku mencari sebuah oganisasi yang bernama KAMMI. Nama KAMMI memang sudah tidak asing bagiku karena dirumah ada beberapa stiker dan kalender KAMMI yang dibawa pulang oleh kakak kandungku, meski begitu dia tidak pernah menyarankan agar aku bergabung dengan oganisasi tersebut. Rasa penasaran ini pun muncul, penasaran dengan KAMMI, apa itu KAMMI??? diri ini selalu bertanya-tanya. Aku pun iseng mencari seseorang yang menjadi anggota KAMMI, aku pun bertemu dengannya. Banyak hal yang aku tanyakan padanya tentang KAMMI. Kemudian aku pun dikenalkan dengan seorang akhwat yang merubah pribadi ini. Seorang akhwat yang pendiam, kalem, tenang dan dewasa. Sekretaris Departemen Kaderisasi periode 2009-2010, dialah yang mendekatkan diri ini dengan KAMMI dan mengajak ke jurang kebenaran.
Kondisi KAMMI Komisariat Salatiga yang saat itu sedang dilema karena ditinggal pergi para kadernya tanpa pamit. Dia tetap bertahan dan berjuang di KAMMI dengan penuh kesabaran. Dia bagaikan jantung bagi organisasi in karena selalu semangat dengan kondisi tersebut. Dialah yang memberi pemahaman padaku dan teman-teman, begitu sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kami. Dia sosok yang hampir separuh hidupnya untuk KAMMI apapun untuk KAMMI dia berikan. Mbak Ulfa kami memanggilnya, bahkan kami pun sepakat menyebutnya sebagai Ibu KAMMI, dalam bahasa jawa dia sosok yang ngemong (menjaga) adik-adiknya seperti anak-anaknya. Setiap keputusan pun selalu menunggu jawaban dari dia. Hampir semua urusan KAMMI dia yang menyelesaikanya. Setahun kemudian mbak Ulfa wisuda dan saat itulah detik-detik bahwa kami akan kehilangan sosoknya. Perjuangan dan pemikiran yang penuh dengan pertimbangan serta kesabaran dalam membantu mengambil keputusan yang terbaik itulah yang akan kami rindukan. Syuro’ tanpa mbak Ulfa seperti anak yang kehilangan induknya.
Berbeda dengan sosok ikhwan yang satu ini Ketua Umum Komisariat KAMMI Salatiga periode 2009-2010. Seorang mujahid yang dari perawakanya terlihat sangar, keras, dan pemarah ditambah dengan kulit hitamnya (afwan ya akh J). Ikhwan KAMMI yang pertama aku kenal, tapi ternyata begitu mengenal pribadinya tidak jauh beda sich hehe… (afwan lagi). Pribadi yang sangat humoris ketika bersosialisasi dengan kader-kadernya, cerewet alias suka cerita dan akrab sekali dengan para kadernya, ikhwan wa akhwat.
Dia salah satu kader yang juga tetap bertahan dan berjuang bersama KAMMI, mungkin karena tuntutan juga sebagai seorang pemimpin. Hampir semua elemen gerakan mahasiswa mengenal sosoknya dari rakyat jelata hingga tokoh utama di Salatiga pun mengenalnya. Salah satu kader yang menurut kami KAMMI banget’s karena dimana kemanapun selalu memakai jacket kebesaran KAMMI. Akh Basyor kami memanggilnya, seorang kader yang rela mengabdikan dirinya untuk KAMMI sampe wisudapun tertunda hehe… . Seorang  AB3 Salatiga yang masih konsen untuk KAMMI Komisariat Salatiga. Kiprahnya yang mudah dekat dengan orang itulah yang membuat KAMMI ini tetap eksis. Hingga saat ini gerakan mahasiswa yang lain masih menganggap Akh Basyor adalah Ketua KAMMI Komisariat Salatiga, meskipun sudah tidak lagi menjabat sebagai ketua.
Sosok pemimpin yang masih melekat dalam dirinya membuat KAMMI lebih dihargai oleh elemen-elemen gerakan lainnya, ya karena ada Akh Basyor. Kiprah dan perjuangannya tidak akan kami lupakan bahkan pemikiran-pemikiranya pun masih kami butuhkan. Ketika ada sosok Ibu, tentu saja ada sosok seorang Bapak yang melekat pada diri Akhuna Basyor.
Dua sosok yang berbeda tapi sama. Walaupun karakter dan mempunyai pemikiran yang berbeda serta kadang memang ada perbedaan pendapat dari keduanya, tapi itu tidak menghalangi mereka untuk bersama-sama membangun KAMMI dengan keterbatasan yang ada dan berbagai masalah internal yang dihadapi waktu itu. Berbeda bukan berarti masalah, berbeda bukan berarti konflik, tapi berbeda itu indah ketika masih mempunyai tujuan yang sama, dengan perbedaan itulah akan menjadi warna dalam bergerak di jalan dakwah. Sebuah jalan yang harapannya selalu ada sosok mujahid dan mujahidah yang rela berjuang demi tegaknya dienini. Bahkan karena perbedaan inilah yang menyatukan mereka untuk menggenapkan setenga dien ini seperti salah satu buku yang berjudul “Di Jalan Dakwah Aku Menikah” tapi bukan ini intinya. Banyak sekali hal-hal yang mereka miliki untuk menjadikan inspirator bagi kami yaitu semangat yang tak kenal henti. Semangat, keikhlasan dan perjuangan mereka tetap kokoh walaupun banyak rintangan yang dihadapi waktu itu serta yang paling miris adalah saat ditinggal oleh para kawan-kawan seperjuangannya. Dua tokoh yang mungkin tidak akan pernah kami lupakan.

                                                          (Naskah ini diikutkan dalam lomba menulis KAMMI Madani)
Read more...

Senin, 03 Juni 2013

MENYAMBUT dan MENYELAMI KEBERKAHAN RAMADHAN

0 komentar

Oleh : Siti Muawanah 
(Pengurus KAMMI Komisariat Salatiga 2010)


          Sahabatku … Alloh telah memanggil kita yaitu bagi hamba-hamba NYa yang beriman,,, Dalam surat Al-Baqoroh : 183 Alloh mengistimewakan hambaNYA dengan menghususkan panggilannya hanya untuk orang-orang yang beriman untuk berpuasa dibulan Ramadhan yang mana dari puasa itu Alloh mempunyai tujuan yaitu kedudukan yang paling mulia dan paling tinggi disisiNYA.( Taqwa). Begitu mulia bulan itu sehingga perlu seabrek hal yang harus kita persiapkan, mulai dari jasadiyah, ruhiyah hingga fikriyah, karena nanti pada akhirnya akan kelihatan bedanya hamba yang benar-benar mempersiapkan dan memanfaatkan moment besar ini, dengan hamba yang hanya biasa-biasa saja dalam memanfaatkan momen ini. Puasa dibulan Ramadhan mulai difardhukan oleh Alloh SWT pada tahun 2 Hijriyah, sedangkan Rosululloh wafat pada tahun 10 Hijriyah. Berarti hanya 8 kali Rosululloh berjumpa dengan bulan mulia ini, coba sekarang kita hitung sendiri berapa kali kita melewati Ramadhan akan tetapi adakah perubahan kesalehan individu dan sosial yang signifikan ?berbeda dengan Rosululloh SAW beliau hanya merasakan hadirnya Ramadhan 8 kali akan tetapi hasil reformasi dan perubahan yang ditunjukkan sangat dahsyat baik skala individu maupun sosial. Rosululloh dan para sahabat benar-benar membuktikanbahwa Ramadhan benar-benar memberikan atsar, bekas, & dampak positif yang luar biasa bagi pembentukan kesalihan pribadi & sosial.Menjadikan bulan ini penuh makna, warna & cita rasa penghambaan serta ketaatan kepada Alloh SWT.Ramadhan menjadi kenangan manis bagi setiap hamba Alloh, madrasah Alloh yang dapat mengubah diri menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
          Rosululloh mengajarkan puasa sebagai fondasi yang Kokoh.Bukan hanya sekedar menahan hausdan lapar dengan demikian tertegakkan diatasnya pilar-pilar ibadah lainnya seperti membaca Al-qur’an, shalat tarawih, qiyamul lail, dzikir, istighfar, infaq, sedekah, menutup aurat, menjaga pergaulan yang islami, dengan tidak berkholwat atau berduaan dengan selain muhrim.Ramadhan hendaknya disambut dengan ghirah dan semangat peningkatan iman dan ketaqwaan kepada Alloh SWT.Diantaranya dengan mengikuti tarhib Ramadhan.Kata tarhib berasal dari kata rahhaba yang berarti, menyambut atau menerima sesuatu dengan lapang dada atau menerima dengan sikap istimewa sebagai ekspresi keridhaan dan kegembiraan terhadapnya.” Man fariha bidukhuli Ramadhan haramalloh jasadahu ‘alanniron ”( Al-Hadist, Durrotun Nasihin Bab 1: fadhilah Ramadhan) Artinya:“Barang siapa yang gembira atas datangnya bulan Ramadhan Alloh mengharamkan jasadnya dari api neraka.” Rasululloh juga melakukan Tarhib Ramadhan denga menyampaikan tausiyah, taujih, dan tadzkirah ( nasihat, arahan dan peringatan) kepada para sahabat berkenaan dengan bulan RamadhanMari kitamulai dari diri kita sendiri, dengan menunjukkan semangat dan antusiasme dalam menyambut bulan mulia ini, dengan memperbanyak ibadah dibulan Sya’ban baik amalan wajib maupun amalan sunnah seperti : shalat, puasa, dan memperbanyak membaca Al-qur’an sebagai warning up atau pemanasan spritual supaya ketikadatang bulan Ramadhan nanti tidak kaget bahkan meningkat volume dan frekuensinya, semakin bertambah pula kualitas dan kuantitasnya, semogakita mendapat predikat taqwa dengan datangnya Ramadhan kali ini amiin….

Read more...