”Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang muslim?” (QS Fushshilat : 33)
 
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Berjuang tegakkan ketauhidan Untuk Kemuliaan, Berbekal ilmu iman yang mendalam Mahasiswa Muslim Indonesia, Intelektual Masyarakat Beriman, Islam Jiwa Perjuangan, Kebatilan adalah musuh insan, Islam jalan perjuangan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Berjuang tegakkan kebenaran, Ciptakan Masyarakat Bermoral, Berbekal ilmu iman yang mendalam, Perbaikan tradisi dalam berjuang, Memimpin ummat gapai kemenangan, Persaudaraan watak dalam berjuang, Solusi islam dalam perjuangan
Tampilkan postingan dengan label kabar dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kabar dunia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Juni 2013

Polwan Segera Boleh Berjilbab

0 komentar
Polwan Segera Boleh Berjilbab


JAKARTA-Desakan aspirasi para polwan (polisi wanita) tanah air akhirnya kini terealisasi. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan segera menindaklanjuti dibolehkannya penggunaan jilbab bagi polwan. Awalnya, polwan tidak diizinkan menggunakan jilbab, selain polwan Aceh, berdasar Peraturan Kapolri No. Pol : Skep/702/IX/2005.

Kapolri, Timur Prodopo, mengaku sangat senang dan menyambut baik permintaan polwan untuk dilegalkannya penggunaan jilbab dalam bertugas. Penindaklanjutan ini berawal dari keluhan sejumlah polisi wanita muslim yang tidak merasa difasilitasi dalam berjilbab. Aturan jllbab semula memang hanya mengakomodir polwan di wilayah Aceh.
Beragam fraksi DPR kebanjiran permintaan perihal dibolehkannya penggunaan jilbab bagi polwan. Termasuk fraksi PDI-P, PKS, dan PAN sangat mendukung dan mendesak Polri untuk segera merealisasikan permintaan tersebut.
Sumber : Harian Republika
Read more...

Jumat, 14 Juni 2013

Komisi III Agendakan Panggil Kapolri Terkait Larangan Polwan Berjilbab

0 komentar


Polwan Berjilbab.Jakarta - Larangan menggunakan jilbab bagi polwan menuai kontroversi. Larangan ini mengacu kepada Surat Keputusan Kapolri No Pol: Skep/702/IX/2005 tentang sebutan, penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS Polri.

"Kita (Komisi III) akan pertanyakan ini nanti, kita akan panggil Kepolisian," ujar Anggota Komisi III DPR RI, Desmond Mahesa kepada detikcom saat dihubungi, Jumat (14/6/2013).

Politisi Gerindra ini menyatakan bahwa pelarangan menggunakan jilbab bagi Polwan sama saja melarang seseorang untuk melaksanakan aqidah agama. Ia menyayangkan jika nantinya terdapat Polwan yang memilih keluar dari institusinya terkait pelarangan ini.

"Polwan yang beraqidah kuat tentunya dia memilih untuk keluar dari institusi kepolisian sehingga bisa memakai jilbab untuk menjalankan ketentuan agama," imbuhnya.

Sebelumnya Kapolri, Jenderal Timur Pradopo menyatakan bahwa hal tersebut bukanlah larangan melainkan ketentuan. Desmond berpendapat bahwa pernyataan Kapolri ini tidak tegas.

"Statement-nya itu kan cari selamat saja dia." pungkasnya.

Sementara itu anggota komisi III lainnya Didi Irawadi Syamsuddin menilai Didi tidak ada yang salah ketika polwan menggunakan jilbab. Yang penting, seorang polwan bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan amanah.

"Namun ada aturan berpakaian yang menurut hemat saya sudah berlangsung dengan baik selama ini. Yang tertuang dalam Surat Keputusan Kapolri No Pol: Skep/702/IX/2005 tentang sebutan, penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS Polri. Manakala memang dinamika akan keinginan penggunaan jilbab bagi Polwan semakin kuat tentu aturan tersebut bisa saja disesusaikan/dirubah," ungkap politisi Demokrat ini.

Bagi Didi, dengan pakaian yang konvensional atau berjilbab, sejauh baju tersebut sopan dan berwibawa tidak ada masalah. Yang penting benar-benar menjadi polwan yang mengayomi, tidak membeda-bedakan pelayanan pada masyarakat," tuturnya.

"Baik masyarakat yang mampu dan tidak mampu juga polwan harus berpihak pada keadilan terutama bagi rakyat kecil yang kerap agak sulit mendapatkan keadilan," tutupnya.

Read more...

Rabu, 12 Juni 2013

PP Muhammadiyah: Kunjungi Israel, Tindakan Yang Memalukan dan Melecehkan Kemanusiaan

0 komentar


Tantowi dan Sejumlah Tokoh Indonesia nampak akrab dengan anggota Parlemen Israel Knesset di Tel Aviv.
Tantowi dan Sejumlah Tokoh Indonesia nampak akrab dengan anggota Parlemen Israel Knesset di Tel Aviv.
dakwatuna.com – Jakarta. Kehadiran delegasi pejabat tinggi Indonesia secara rahasia ke wilayah penjajah Zionis-Israel mendapat tanggapan Dr. H. Najamuddin Ramly, pengurus Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah Pusat.
Menurut Najamuddin, ia sendiri baru mendengar pemberitaan itu dari beberapa media. Namun jika itu benar, baginya tindakan itu sangat keterlaluan, sebab tak pantas pejabat Indonesia mengunjungi Israel yang jelas-jelas penjajah.
“Jika benar itu terjadi, tindakan itu adalah pengkhianatan terhadap pembukaan UUD 1945 dan Pancasila. Tindakan yang memalukan, sebuah tindakan yang melecehkan kemanusiaan,” ujarnya, Rabu (12/06/2013).
Menurut Najamuddin, tak ada perlunya bangsa Indonesia datang ke Israel yang dikenal pongah dan sering mengabaikan tekanan dunia atas penjajahannya di Palestina.
“Betapa Israel dengan pongah nya menantang kehendak dunia agar di Tanah Palestina berdiri 2 negara yang merdeka secara berdampingan, dengan patokan batas 1967,” tambahnya.
Bahkan menurutnya,  para pemimpin Indonesia sudah lama menentang sikap penjajah ini dengan sangat tegas. Sikap ini sejalan dengan sikap Indonesia yang menghapus segala bentuk penjajahan di atas dunia.
“Ia juga melanggar komitmen Konferensi Asia Afrika yang diprakarsai Bung Karno serta komitmen RI untuk menghapuskan penjajahan di atas dunia.”
Lebih jauh, ia meminta agar media membeberkan siapa-siapa saja pejabat yang mendatangi negeri penjajah itu agar masyarakat tahu dengan jelas.
“Mohon info nya, siapa-siapa saja pejabat tinggi itu?” ujarnya.
Seperti diketahui, sejumlah sumber media Yahudi mengumumkan, tim delegasi pejabat teras Indonesia secara diam-diam untuk pertama kalinya melakukan kunjungan ke Tel Aviv, wilayah pendudukan untuk bertemu dengan pejabat rezim Zionis Israel.
Dalam laporan berjudul “High-ranking Indonesian delegation secretly visits Israel” (Delegasi pejabat tinggi Indonesia secara rahasia mengunjungi Israel), para anggota delegasi Indonesia yang dipimpin anggota parlemen Tantowi Yahya, bertemu dengan Edelstein di kantornya mereka juga berfoto bersama juru bicara Knesset.
Menurut pantauan, rangkuman berita mengenai kunjungan rahasia delegasi Indonesia yang dipimpin anggota DPR Tantowi Yahya ke parlemen Israel itu juga muncul di situs PeaceNow.org milik organisasi Yahudi di Amerika Serikat, American for Peace Now, Senin 10 Juni 2013.
Lawatan ini sangat memalukan, selain karena Indonesia tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, sebagai salah satu negara Muslim terbesar di dunia kunjungan ini  sangat melukai perasaan kaum Muslim. (pi/ca/hdt)
Redaktur: Saiful Bahri


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/06/12/35011/pp-muhammadiyah-kunjungi-israel-tindakan-yang-memalukan-dan-melecehkan-kemanusiaan/#ixzz2Vz91UiIo 
Read more...